Adanya Indikasi Pelanggaran Kampanye Di Rumah Ibadah, Bawaslu Tangsel Kesulitan Ungkap

Adanya Indikasi Pelanggaran Kampanye Di Rumah Ibadah, Bawaslu Tangsel Kesulitan Ungkap – Tubuh Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tangerang Selatan, mengakui kesusahan membuka pelanggaran kampanye Pemilu dalam rumah beribadah. Sekarang ini, dua kabar pelanggaran pemilu di Masjid serta Gereja di Tangsel, sudah didapat Bawaslu.

Ketua Bawaslu Tangsel, M Acep menjelaskan, bukti pelanggaran kampanye dalam rumah beribadah sudah ia temukan dari warga berbentuk file video. Tetapi sayang, warga yg mengatakan pelanggaran itu, belum pula ingin bikin laporan sah ke Bawaslu, berkenaan perkiraan pelanggarannya.

” Udah dua kami terima berbentuk video oleh seseorang ustaz serta pendeta. Ini masih tetap kami menelusur, lantaran yg memberi kabar ini jemaahnya, namun ia malas bikin laporan, ” kata Acep, Kamis (21/2) .

Menurut Acep, keengganan pemberi kabar memberikan laporan perkiraan pelanggaran pemilu itu, lantaran yg terkait terasa enggan ataukah tidak enak pada pihak yg kedepannya akan dilaporkan.

” Ini problemnya, yg berkampanye dalam rumah beribadah itu yaitu tokoh warga, atau tokoh agama yg memang disegani. Jadi pemberi kabar malas apabila bikin laporan sah, lantaran perasaan engga enak, ” jelas ia.

Diterangkannya, sekarang ini pihak Bawaslu udah mendapatkan dua video kiriman masyarakat, yg mendapatkan isyarat ada pelanggaran kampanye dalam rumah beribadah.

” Udah dua, di Masjid serta Gereja ada pemuka agama yg berkampanye, cuman kita belum pula lihat benar. Pasti ini kami akan menelusur, tetapi yang pasti akan susah, lantaran kami tidak ada saksi, ” tutur Acep.

Menurutnya, yg disebut pelanggaran kampanye pada fasilitas beribadah sesuai dengan Undang-undang 7 tahun 2017 itu, seandainya ada seruan, atribut parpol yg memang menyuarakan buat menentukan pasangan calon.

” Kalaupun ajakan buat menentukan paslon spesifik itu termasuk juga ke pelanggaran dalam rumah beribadah, namun kalaupun ajakan buat menentukan pemimpin, atau menuturkan syarat-syarat pemimpin yg baik itu bukan kampanye, ” tukasnya.